Rabu, 27 Oktober 2010

Dana pensiun tentara Amerika (US) disikat pemilik Antaboga, padahal Century dibail-out, diam-diam karena itu

 

Direktur Utama Bank Century Maryono akan meneliti dana pensiun milik tentara AS yang diduga tersangkut di produk Antaboga.


"Sejauh ini tidak ada dana pensiun tentara AS di Bank Century," kata Maryono kepada VIVAnews, Selasa 2 Juni 2009. Namun, Maryoto mengakui ada salah satu nasabah Bank Century yang mempunyai komunikasi dengan tentara AS.

Komunikasi antara satu nasabah korporasi dengan Century terjadi sebelum bank ini diambilalih. Namun, dia menekankan sampai sekarang masih dilakukan penelitian mengenai apakah dana perusahaan tersebut berasal dari tentara AS. "Kami juga meneliti apakah dana perusahaan tersebut dibelikan produk Antaboga," katanya.

Sebelumnya anggota Komisi XI Dradjad H Wibowo menengarai ada dana pensiun tentara Amerika Serikat yang disimpan di Bank Century, yang dananya digelapkan Robert Tantular.

Karena itu perburuan aset Robert di luar negeri diharapkan tidak hanya demi kepentingan nasabah dari negara lain, tapi juga dalam negeri. "Karena kami mendengar ada dana pensiunan tentara AS yang juga ada di sana (Bank Century)." katanya

Sementara Direktur Bank Century, Ahmad Fajar saat dikonfirmasi mengatakan dana milik dana pensiun tentara AS bukan berada di Bank Century. "Namun, dana tentara AS itu dibelikan produk investasi Antaboga," kata Fajar.

Dia menjelaskan biasanya pembelian produk discreationary fund yang diterbitkan Antaboga dilakukan dengan dua cara. Pertama, membeli melalui kantor cabang Bank Century karena dulu Bank Century menjadi agen penjual Antaboga.

Kedua, konsumen membeli langsung kepada Antaboga tanpa melalui kantor cabang Bank Century. "Nah, dana pensiun AS membeli langsung ke Antaboga sehingga tidak ada di buku Century."

Dia menjelaskan dana tentara AS tersebut dikelola oleh manajer investasi yang biasanya menginvestasikan ke negara di Asia dengan yield yang tinggi.

Tidak ada komentar: